SATUAKSI – Melalui 10 program kerja AKSI 2025-2029, AKSI akan fokus pada hal-hal penting yang harus diselesaikan bangsa Indonesia. Masalah lingkungan, korupsi, pengangguran, kemiskinan, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi informasi, menjadi sorotan utama dari program kerja AKSI. Untuk itu Sekjen DPP AKSI mengajak pada kepala sekolah di seluruh jenjang untuk memperkuat pembentukkan pendidikan karakter.

Pendidikan karakter menggunakan berbagai pendekatan relevan sesuai dengan kodrat zaman, alam, dan keadaan. Beberapa pendekatan yang direkomendasikan oleh Kemendikdasmen.

Pertama, penerapan pembelajaran mendalam dengan menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Pembelajaran mendalam harus memberikan pengalaman belajar pada murid diantaranya memahami, menerapkan, dan merefleksi.

Untuk menerapkan pembelajaran mendalam para kepala sekolah melatih guru-guru untuk membuat materi-materi ajar kontekstual berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari yang dihadapi murid. Masalah kehidupan berkaitan dengan penyelesaian masalah lingkungan, penerapan budaya anti korupsi, peningkatan keterampilan hidup untuk antisipasi pengangguran, meningkatkan budaya baca untuk mengurangi angka kemiskinan, dan membudayakan hidup sehat, serta menggunakan teknologi informasi untuk berbagai kepentingan dalam segala bidang.

Para kepala sekolah diharapkan bisa mendorong pembelajaran mendalam melalui berbagai pembelajaran praktek menyelesaikan berbagai masalah lingkungan, korupsi, pengangguran, kemiskinan, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sebagai contoh penerapan masalah lingkungan dengan mengenalkan pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian, dan pengolahan sampah dari limbah organik.

Untuk mengikis budaya korupsi, murid diajarkan untuk mengelola uang sejak di sekolah. Murid diajak untuk nabung sambil investasi. nabung saham bisa dikenalkan dari sekolah sejak SD, SMP, dan SMA, dengan berkolaborasi dengan orang tua, Bursa Efek Indonesia, Sekuritas, dan kampus. Target Indonesia tahun 2025 memiliki penabung saham 86 juta atai sekitar 30% dari pepulasi penduduk Indonesia.

Untuk meningkatkan literasi dan numerasi, murid diajak untuk membudayakan membaca buku sebanyak 27 buku per tahun, dan melakukan penelitian dan penyelesaian masalah dengan memafaatkan teknologi informasi. Pembelajaran STEM diterapkan di sekolah sesuai dengan kondisi murid.

Murid-murid diajarkan pola hidup sehat dan mandiri memelihara lingkungan tempat tinggal agar selalu bersih dan rapi guna mendukung kesehatan dan keindahan. Sekolah-sekolah harus serius mengajarkan hidup sehat, dengan mempraktekkan pola makan sehat, hidup sehat, buang sampah dipilih, wc bersih, dan melibatkan semua untuk jadi pemelihara lingkungan sekolah.

Spread the love

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *