Ikatan Alumni UPI mengadakan Talks Show Kebangkitan Pendidikan Indonesia dengan tema kecerdasan buatan dan disrupsi pendidikan. Menyikapi era digital, dunia pendidikan harus berani melakukan lompatan berpikir bahwa kehadiran kecerdasan buatan telah menggeser fungsi dan peran guru dalam pendidikan. Guru bukan lagi sebagai sosok pengambil keputusan dalam kegiatan belajar. Situasinya sudah terbalik guru, siswa, kepala sekolah, harus menjadi sosok pembelajar sepanjang hayat. Pembelajaran adalah sebuah proses kolaboratif antara guru, siswa, kepala sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

Dengan hadirnya kecerdasan buatan, ilmu tidak lagi milik lembaga tetapi menjadi milik semua orang. Lembaga pendidikan adalah dunia informasi yang disajikan melalui teknologi informasi. Pendidikan bukan lagi melatih segelintir siswa yang memiliki kecerdasan intelktual, kini pendidikan harus melatih semua siswa bisa tumbuh menjadi manusia-manusia profil pelajar Pancasila, dengan menerapkan enam dimensi nilai yaitu siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berpikir kritis, kreatif, suka bergotong royong, berwawasan kebhinekaan global, dan mandiri.

Lembaga pendidikan fokus melatih karakter-karakter siswa menjadi seorang entrepreneur, yang berani menghadapi risiko, mampu bertahan dalam kondisi sulit, kreatif, dan mandiri. Dunia pendidikan harus cepat beradaftasi mengikuti cepatnya perubahan budaya hidup masyarakat akibat cepatnya perkembangan teknologi informasi. Dunia sudah terbelah jadi dua, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Lembaga pendidikan adalah pasar ide, yang harus mendorong siswa-siswi untuk terampil memanfaatkan teknologi informasi bukan sekedar alat komunikasi, tetapi sebagai alat produksi.***

dikutif dari Gorajuara.com, Kiki Aryani, M.Pd. selaku kepala sekolah SMA BPI 1 Bandung, sedang implementasikan Kurikulum Merdeka. SMA BPI 1 Bandung menjadi sekolah percontohan. Dalam Kurikulum Merdeka siswa dapat melakukan pembelajaran dimana saja. Siswa diberi kesempatan untuk mengeksplor berbagai potensi diri secara maksimal melalui berbagai proyek. Siswa harus merasa senang ketika belajar. Rasa senang bisa muncul ketika siswa berminat pada materi yang akan dipelajari.

Dalam pembelajaran proyek, siswa belajar mengelola proyek kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, bahkan hingga project ini dapat dijual kepada masyarakat. Festival Budaya SMA BPI 1 Bandung diikuti oleh siswa-siswi SMP tingkat Jabar, dengan memperebutkan trophy, sertifikat dan uang pembinaan total puluhan juta rupiah. Pengalaman mengelola kegiatan, kemampuan ini akan bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan proyek yang dikelola siswa ini, memperbutkan juara umum dengan mendapatkan trophy Gubernur Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan, SMA BPI 1 Bandung turut serta memelihara budaya bangsa. Di tengah kemajuan zaman, budaya bangsa jangan tersingkir di negerinya sendiri.

Selain itu, derasnya budaya asing yang membanjiri tanah air, jangan sampai mengalahkan budaya lokal. Generasi muda harus bangga punya budaya lokal dan diperkenalkan ke dunia internasional.Ketua pelaksana Reswara Dr. Lia Rohliawati M.MP.d menambahkan, semoga melalui reswara ini, SMA BPI 1 dapat berperan dalam menumbuhkan karakter siswa. Melalui kegiatan ini siswa bisa mencintai tanah airnya, dengan mencintai budaya bangsanya sendiri. Dengan menghargai budaya bangsa, rasa nasionalisme dapat terjaga dengan baik.***

AKSI – Pengurus DPP AKSI melakukan pengukuhan Pengurus DPD AKSI Provinsi Jawa Barat. Sekjen DPP AKSI memberi amanat sukseskan program dana abadi AKSI.Ā 

Toto Suharya, S.Pd., M.Pd., Sekjen DPP AKSI mengatakan, ā€œDewan Kehormatan bisa dijabat oleh para tokoh peduli pendidikanā€. Para pengurus AKSI harus kepala sekolah aktif.

Purwanto, M.Pd. saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah tokoh pendidikan Jawa Barat, dikenal sebagai tokoh pendidikan bidang kearifan lokal Budaya Sunda.

Dalam bukunya yang berjudul ā€œĀ Menyemai Karakter LinuhungĀ ā€ Beliau secara konsisten menerapkan praktik-praktik pendidikan berbasis kearifan lokal Sunda di tingkat satuan pendidikan.

Usai pengukuhan, Dr. Toto Sekjen DPP AKSI memberikan Arahan pada para pengurus DPD Provinsi Jawa Barat, untuk membentuk Pengurus DPC di 27 Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Sekjen DPP AKSI menjelaskan pada program tahun 2025-2029 ada program baru yang tertuang dalam AD/ART, yang harus mendapat perhatian para pengurus.

Dalam jangka panjang, Pengurus DPP, DPD, dan DPC, harus mengupayakan Dana Abadi Organsisi AKSI, sebagai dana investasi jangka panjang untuk mendukung kelangsungan AKSI.

Dana Abadi bersumber dari wakaf untuk pengurus dan anggota Organisasi Profesi AKSI. Dana disimpan dalam jangka panjang dalam bentuk aset investasi di pasar modal.

Aset termasuk wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan, kecuali untuk diambil manfaatnya dari keuntungan untuk kepentingan berbagai biaya kegiatan organisasi maupun operasional.

Menurut Dr. Toto program ini sangat strategis karena dapat menjadi motor penggerak roda organisasi dalam berbagai kondisi.Ā 

Dana wakaf bersifat sukarela untuk kepentingan organisasi bahkan ke depan manfaat dana dari hasil investasi dapat digunakan untuk bantuan-bantuan sosial AKSI.

Dr. Toto menghimbau agar para kepala sekolah dapat bergabung menjadi anggota AKSI dengan mendaftar secara online di web: kartu.satuaksi.id. untuk mendapatkan kartu anggota AKSI.***

Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. Ketua Umum DPP AKSI

Dosen STIE PGRI
SMAN 2 Cimahi
SMAN1 Sukaraja
GURU SMAN1 Kota Sukabumi
Ketua MGMP Sejarah Kota Sukabumi
Ketua Anggkatan Jurusan Sejarah UPI
Ketua Anggkatan Program Magister Unpak
Ketua Angkatan Program Doktoral Unpak
Ketua Ranting PGRI
Ketua PC PGRI
Ketua PGRI Kota Sukabumi
Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi
Ketua PB PGRI Hasil Kongres Tahun 2019
Pengurus PUI Kota Sukabumi
Wakil Ketua Asosiasi Guru Penulis Pengurus Besar PGRI
Trainner dan Motivator Menulis Pengurus Besar PGRI
Ketua Rombongan Guru Kerjasama Australia Indonesia
Ketua Forum Guru Inspiratif Jawa Barat
Kepala SMA Pengerak Angkatan 1, SMAN1
Parungpanjang, Kabupaten Bogor
Ketua FKKS 69 Jawa Barat
Dewan Penasehat GLN Gareulis Jawa Barat
Pembina SRA Kemen PPPA
Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI)

Penghargaan

  1. Juara 2 Nasional bidang Kesejarahan
  2. Juara 1 Jabar Bidang Pendidikan
  3. Juara 1 Jabar Bidang Seni
  4. Nominator Guru Inspiratif Jawa Barat tahun 2017
  5. Pemenang Guru Inspiratif Jawa Barat 2018
  6. Piagam Penulis Prokduktif Media Sinar Pagi
  7. Piagam Penulis Produktif Media Beritadisdik.com
  8. Piagam Penulis Inspiratif AKSI

Karya

  1. Lagu ā€œSmansa Jayaā€
  2. Lagu ā€œPGRI Rumah Perjuanganā€
  3. Lagu ā€œSMAN1 Parungpanjang Jayalah Selaluā€
  4. Lagu ā€œSMAN1 Cikakak Serempak Bergerakā€
  5. Opini pendidikan (Republika, Pikiran Rakyat, Jawa Pos Group,
    Kompasiana, Majalah Nasional PB PGRI, Majalag PGRI jawa Barat dll)
  6. Buku, ā€œPGRI Wajah Guru Indonesiaā€
  7. Buku, ā€œBermula Dari Guruā€
  8. Buku, ā€œSaatnya Guru Berpolitikā€
  9. Buku, ā€œSelamanya Jokowi Presidenkuā€
  10. Buku, ā€œLiterasiku Pendidikanā€
  11. Buku, ā€œAyo Belajar Menulisā€
  12. Buku, ā€œLiterasi Spiritualā€
  13. Buku, ā€œLiterasi Politikā€
  14. Buku, ā€œDarah Guruā€
  15. Buku, ā€œCovid-19 Kumpukan Tulisan Era Pandemiā€
  16. Buku, ā€œKumpulan Opini Sinar Pagi Newsā€
  17. Buku,, ā€œPGRI Bergerakā€
  18. Buku, ā€œNadiem Bintang Milenialā€
  19. Buku, ā€œPGRI Menulisā€
  20. Buku, ā€œPGRI Menulis2ā€
  21. Buku, ā€œSudut Pandangā€
  22. Buku, ā€œCatatan Kecilā€
  23. Buku, ā€œ121 OPINIā€
  24. Buku, ā€œ99 Opiniā€
  25. Buku, ā€œ101 Opiniā€
  26. Buku, ā€œDuo Kepala SMA Menulisā€
  27. Buku, ā€œKomitemen Guru Terhadap Organisasiā€
  28. Buku, ā€œIkhtiar Memuliakan Pendidikanā€
  29. Buku, ā€œNarasi New Normalā€
  30. Buku, ā€œCatatan Kecilā€
  31. Buku, ā€œOpini 45ā€
  32. Buku, ā€œJejak Pikir DNKā€
  33. Buku, ā€œMengawal Martabat Guru Honorerā€
  34. Buku, ā€œDNK Series PGRIā€
  35. Buku, ā€œDNK Series Pendidikanā€
  36. Buku, ā€œDNK Series Tokohā€
  37. Buku, ā€œDNK Series Sosial Budayaā€
  38. Buku ā€œSelamatkan PGRIā€
  39. Buku ā€œRUU SISDIKNAS PLUSā€
  40. Buku ā€œOpini Randomā€
  41. Buku ā€œPerspektif Kepala Sekolahā€
  42. Buku ā€œLiterasi Awal Tahun 2023ā€
  43. Buku ā€œMengawal Martabat Guru Honorerā€
  44. Buku ā€œMerdeka Belajar, Merdeka Literasiā€

Riwayat Pendidikan

  1. SDN Tasikmalaya
  2. SMPN Tasikmalaya
  3. SMAN Tasikmalaya
  4. D-3 UPI Bandung
  5. S-1 UPI Bandung
  6. S-2 Unpak Bogor
  7. S-3 Unpak Bogor

Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. terpilih sebagia Ketua Umum DPP AKSI. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 2025, bertempat di Hotel Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung, telah diselenggarakan Kongres V Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) yang dihadiri oleh para pengurus DPP, DPD, serta perwakilan kepala sekolah dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kongres ini merupakan forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta penetapan arah kebijakan organisasi dan pembentukan pengurus baru untuk masa bakti berikutnya.
Melalui sidang pleno yang dipimpin oleh pimpinan sidang terpilih, Kongres V AKSI telah membahas dan menetapkan beberapa keputusan strategis, salah satunya adalah pembentukan dan pengesahan Pengurus Pusat AKSI Masa Bakti 2025–2029.
Hasil kongres menetapkan bahwa struktur kepengurusan baru terdiri atas:

• Ketua Umum, Ketua Wilayah
• Sekretaris Jenderal
• Bendahara Umum
• Serta bidang-bidang strategis yang mendukung visi dan misi organisasi dalam memperkuat kepemimpinan kepala sekolah di Indonesia.

Proses pemilihan dan penetapan dilakukan secara musyawarah mufakat, dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, dan kontribusi para calon terhadap pengembangan organisasi. Dengan ditetapkannya Pengurus Pusat AKSI Masa Bakti 2025–2029, diharapkan kepemimpinan baru ini dapat meneruskan semangat kolaborasi, integritas, dan inovasi untuk menjadikan AKSI sebagai
wadah profesional yang kuat, berkarakter, dan berperan nyata dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.

Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd., Sekjen DPP AKSI

AKSI – Bagi bapak ibu kepala sekolah hebat di seluruh Indonesia. Mohon maaf akun grup wa AKSI NASIONAL kena bajak. Untuk itu bapak ibu kepala sekolah yang masih tergabung di akun grup lama segera keluar dan bergabung di grup NEW AKSI NASIONAL. Demikian juga untuk grup AKSI JABAR di Jawa Barat segera keluar dari grup tersebut. Pembajak menggunakan akun atas nama Kepala Sekolah Budi Suhardiman, dia menjadi admin di akun tersebut. Padahal akun tersebut pemiliknya bukan pak Budi Suhardiman lagi karena sudah dibajak.

Mohon bapak ibu, untuk tidak mengikuti instruksi apapun di grup tersebut. Pembajak menjadikan dirinya sendiri sebagai admin, dan anggota grup yang lain tidak bisa berkomunikasi. Mohoh berhati-hati jika ada yang tiba-tiba masuk wa tanpa identitas untuk segera di blokir atau dihapus dari chat.

Untuk keamanan bapak ibu kepala sekolah hebat, silahkan tingkatkan keamanan akun wa pribadi anda. Masuk ke wa dan klik menu setting…klik verifikasi dua langkah, aktifkan sandi, atau aktifkan notifikasi keamanan. Untuk lebih jelas bisa mencari tutorial di youtube bagaimana cara menjaga keamanan akun wa anda masing-masing.

Demikian bapak ibu semoga kita bisa berjumpa di kongres AKSI V 2025 di Balikpapan Kalimantan Timur. Semoga bapak ibu kepala sekolah hebat selalu berada dalam lindungan Allah swt.

Surat Keputusan Ketua Umum DPP AKSI Menetapkan tempat Kongres V di kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Hari Kamis-Sabtu, Tanggal 22-24 Mei 2025

AKSI – Berdasarkan SK No. 37/SK/DPP-AKSI/X/2024 Kongres AKSI V telah ditetapkan dilaksanakan di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kegiatan Kongres diundang seluruh pengurus dan anggota AKSI perwakilan provinsi diwakili dari kepala sekolah jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Kongres akan mengundang tokoh-tokoh penting di republik Indonesia, untuk bersama-sama berjuang melalui pendidikan dengan mendukung upaya peningkatan kompetensi kepala sekolah untuk mewujudkan kepala sekolah profesional dalam memberikan layanan pendidikan bermutu di seluruh pelosok. Kepala sekolah merupakan tokoh penting di dunia pendidikan, karena kepala sekolah adalah kapten kesebelasan yang menjamin kualitas layanan pendidikan.

Kuota peserta per provinsi akan ditentukan kemudian melalui rapat panitia kongres AKSI V Balikpapan. Saat ini panitia kongres sedang berkoordinasi dengan pengurus DPD AKSI Provinsi Balikpapan untuk merancang terlaksananya kongres. Tema kali ini “Indonesia Emas 2045 Kepala Sekolah Hebat Indonesia Kuat”. Semoga Indonesia tetap jaya, semangat terus maju pantang mundur demi kejayaan negara. Optimis Tanpa Batas….Semoga Allah melancarkan urusan kita semua.

Webinar Internasional Bersama Global Peace Foundation…Tunggu Webinar Selanjutnya…

AKSI – A Problem Solving Approach for Peace. Tema ini menjadi narasi besar yang harus terus disebarluaskan. Jumlah penduduk bumi kurang lebih 8 Miliar. Semakin banyak populasi manusia jika tidak terkontrol dengan baik akan terjadi kekacauan. Pola pendidikan harus melatih manusia pandai dalam menyelesaikan masalah agar eksistensi manusia tetap damai sekalipun jumlahnya terus bertambah banyak.

Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd, mengatakan , “semakin banyak manusia semakin banyak masalah tercipta”. Pendidikan dengan pendekatan problem solving menjadi model pembelajaran yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan, dari pendidikan usia dinia sampai tingkat pendidikan tinggi. Pendekatan problem solving melatih murid-murid menjadi pemimpin yang baik. Sebaik-baiknya pemimpin mereka yang bisa membantu masyarakat menyelesaikan masalah.

Ketua Umum DPP AKSI Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. Serahkan Buku Pada Mendikbuddasmen Prof. Abdul Mu’ti

Ketua DPP Umum AKSI Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. menyatakan siapapun pemerintahnya, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) selalu siap terlibat aktif dalam program-program pendidikan yang digulirkan pemerintah. AKSI memiliki visi dan misi untuk kemajuan bangsa, maka dari itu AKSI selalu hadir untuk kemajuan bangsa Indonesia.

AKSI adalah organisasi profesional, selalu memihak dalam rangka kepentingan negara. Di bawah undang-undang 1945 AKSI mengemban misi tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Sekjen DPP AKSI mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto pada HGN 2024. Beliau mengatakan, “ketika negara-negara maju memprioritaskan angggaran pertahanan dalam APBN, Indonesia memprioritaskan pendidikan dalam APBN”. AKSI menyambut baik langkah ini, dan siap berusaha keras untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di satuan-satuan pendidikan.

Rhenald Kasali Berikan Inspirasi Untuk Para Kepala Sekolah Indonesia Pada Rakernas AKSI 2024

AKSI – Prof Rhenal Kasali, Ph.D. Hadir pada Rakernas AKSI didampingi Ketua Umum DPP AKSI Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. Dalam seminar Prof. Rhenald Kasali memaparkan materi dalam bentuk film-film inspiratif tentang terjadinya perubahan zaman yang tidak dapat dihindari oleh para Kepala Sekolah.

Pada intinya, para kepala sekolah sedang dihadapkan pada Gen Z yang pola hidupnya berbeda dengan pola hidup yang pernah dialami para kepala sekolah sebelumnya. Oleh Prof. Rhenald Kasali, para kepala sekolah diajak untuk berpikir memahami pola prilaku yang sedang terjadi pada Gen Z. Cepatnya perubahan teknologi informasi menjadi ciri pola hidup Gen Z.

Cara berpikir Gen Z menggunakan algoritma sebuah metode berpikir efektif yang sudah dirumuskan dalam instruksi-instruksi terbaik untuk menghitung sebuah fungsi, kemudian diimplementasikan dalam bahasa komputer. Gen Z akan terlihat malas namun cara kerja mereka lebih banyak dibantu oleh algoritma-algoritma yang mereka pahami dan terbiasa dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intellegence).

Prof. Rhenald Kasali memberi penekanan bahwa guru-guru harus mulai melatih diri untuk selalu berpikir cepat. Para kepala sekolah harus terbiasa menggunakan teknologi informasi dan mempelajari berbagai algoritma untuk menyelesaikan berbagai masalah. Menurut Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Sekjen DPP AKSI, pada dasarnya algoritma adalah cara berpikir yang disusun secara terstruktur berdasarkan hasil kajian ilmiah kemudian di definisikan menjadi seperangkat instruksi. Selanjutnya algoritma diimplementasikan dalam bahasa komputer menjadi kecerdasan buatan untuk membantu manusia memecahkan berbagai masalah dengan cepat.

Algoritma-algoritma yang diterapkan pada kecerdasan buatan membawa dampak pada pola pikir Gen Z ingin serba cepat, instan, dan malas. Adaftasi dunia pendidikan adalah melatih Gen Z berpikir kritis, kreatif, mandiri, berani berkorban, gotong royong, berwawasan luas, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional.***

Forum Diskusi Rakernas AKSI 5 Juni 2024

Forum Diskusi Rakernas AKSI 5 Juni 2024AKSI-Forum diskusi Rakernas AKSI 2024 dipimpin oleh Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd dan Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. Dalam diskusi berlangsung pemaparan masalah-masalah yang dihadapi dunia pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Masalah-masalah yang jadi sorotan dalam Rakernas adalah masalah kualitas layanan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Hal ini berdasarkan pada hasil lapooran survey PISA 2023 yang telah dirilis oleh Kemendikbudristek.

Hasil dari PISA 2023 kemampuan literasi dan numerasi anak-anak kita meningkat secara peringkat, namun dari hasil skor masih perlu kerja keras dari para kepala sekolah di satuan pendidikan. Hal yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana kepala sekolah bertransformasi mewujudkan layanan pendidikan mengacu pada kodrat zaman dan alam. Berdasarkan kodrat zaman, generasi Z yang sedang kita hadapi membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan memiliki karakter produktif.

Tugas berat para kepala sekolah dan guru-guru di satuan pendidikan adalah meningkatkan kompetensi untuk memberikan layanan pendidikan di kelas. Kegiatan belajar di kelas antara guru dengan siswa menjadi kunci dari usaha serius untuk melatih berbagai kompetensi literasi, numerasi, dan karakter siswa. Dalam Rakernas diputuskan bahwa seluruh kepala sekolah harus berupaya meningkatkan kualitas layanan pembelajaran di kelas yang mengacu pada kemampuan literasi, numerasi dan pembentukkan karakter.

Dalam dikusi setiap perwakilan dari seluruh Indonesia mengemukakan berbagai permasalahan pendidikan yang ada diberbagai daerah. Masalah yang muncul antara lain, jaminan perlindungan hukum terhadap kepala sekolah dan guru, disparitas tunjangan kepala sekolah yang berbeda tiap daerah, ketegasan tentang karir kepala sekolah, kekosongan kepala sekolah di satuan pendidikan, periodisasi kepala sekkolah yang perlu dikaji ulang, ketersediaan tenaga fungsional pendidikan di sekolah, keterbatasan akses internet di sekolah, kualitas lulusan SMA/SMK yang tidak terserap perguruan tinggi dan dunia kerja, dan kemampuan pengelolaan keuangan yang harus dimiliki kepala sekolah, guru, dan siswa.

Berdasarkan diskusi di atas, lahir rekomendasi untuk kemendikbudristek sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijkan strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045. Selanjutnya, para kepala sekolah berkomitmen untuk berstransformasi mewujudkan layanan pendidikan berkualitas di satuan pendidikan mulai dari perbaikan pada sistem pengajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan zaman.***

AKSI bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Drs. Wahyu Mijaya, SH. M.Si. (Audiensi 2024)

AKSI – Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) didirikan pada tanggal 10 Oktober 2003. AKSI didirikan oleh para kepala sekolah di Bandung. Awal gagasan berdirinya AKSI tertulis dalam dokumen “Fakta Lembang”. Para kepala sekolah penggagas kini sudah purnatugas. Secara legal, AKSI telah memiliki akta notaris dan terdaftar di Kemenkumham. Tokoh-tokoh pendiri AKSI antara lain, Drs. Juli Parindunda., Drs. H. Cucu Saputra, M.M.Pd. Dr. Yeni Gantini, M.Pd.

Pada tanggal 25 Mei 2022 untuk kepentingan legalitas hukum, AKSI diperkuat dengan memperbaharui AKTA Notaris. Diprakarsai oleh Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. Dr. Toto Suharya, S.Pd, M.Pd, Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd., Dra. Elis Herawati, M.Pd., dan Drs. Juli Paridunda. Kemudian, AKSI di daftarkan ke Kemenkumham.

Kiprah AKSI adalah aktif terlibat memberi sumbang pemikiran dalam peningkatkan kualitas pendidikan. Terutama peningkatan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan peran kepala sekolah. Salah satu keberhasilan AKSI dalam mengoptimalkan peran kepala sekolah adalah memasukkan regulasi status kepala sekolah sebagai manajer dengan tidak memiliki kewajiban mengajar. Mengusulkan penghilangan periodisasi kepala sekolah, dan terlibat dalam penyusunan regulasi model kompetensi kepala sekolah.

Saat ini ketua Umum DPP AKSI diduduki oleh Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd,. Didampingi oleh 8 Ketua DPP AKSI yang bertanggung jawab pada delapan wilayah. Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd, menjabat sebagai Sekjen DPP AKSI. Beliau sudah menjabat dua periode. Periode pertama terpilih pada kongres tahun 2021 di Bandung. Terpilih kembali pada Konges AKSI di Bekasi.

Visi dan Misi AKSI adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Membangun Manusia Indonesia Seutuhnya. Dalam kiprahnya AKSI selalu memberi masukkan masukkan konstruktif kepada pemerintah, dan mendorong kepada para kepala sekolah untuk bekerja profesional untuk kemajuan bangsa Indonesia. AKSI selalu menjaga marwah untuk tidak terjebak pada kepentingan-kepentingan politik praktis. AKSI didirikan untuk menjaga marwah dunia pendidikan agar selalu berkhidmat pada kepentingan penerus generasi bangsa di masa yang akan datang.***