Dr. Mariam Ui, M.Pd. Kepala SMA Negeri 2 Limboto Provinsi Gorontalo.

Peserta Terbaik 1 Jambore GTK 2024:Ā Beliau meraih predikatĀ Peserta Terbaik 1Ā untuk kategoriĀ GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Inovatif Kepala SekolahĀ pada kegiatan Jambore GTK Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo.

 

SATUAKSI – Melalui 10 program kerja AKSI 2025-2029, AKSI akan fokus pada hal-hal penting yang harus diselesaikan bangsa Indonesia. Masalah lingkungan, korupsi, pengangguran, kemiskinan, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi informasi, menjadi sorotan utama dari program kerja AKSI. Untuk itu Sekjen DPP AKSI mengajak pada kepala sekolah di seluruh jenjang untuk memperkuat pembentukkan pendidikan karakter.

Pendidikan karakter menggunakan berbagai pendekatan relevan sesuai dengan kodrat zaman, alam, dan keadaan. Beberapa pendekatan yang direkomendasikan oleh Kemendikdasmen.

Pertama, penerapan pembelajaran mendalam dengan menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Pembelajaran mendalam harus memberikan pengalaman belajar pada murid diantaranya memahami, menerapkan, dan merefleksi.

Untuk menerapkan pembelajaran mendalam para kepala sekolah melatih guru-guru untuk membuat materi-materi ajar kontekstual berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari yang dihadapi murid. Masalah kehidupan berkaitan dengan penyelesaian masalah lingkungan, penerapan budaya anti korupsi, peningkatan keterampilan hidup untuk antisipasi pengangguran, meningkatkan budaya baca untuk mengurangi angka kemiskinan, dan membudayakan hidup sehat, serta menggunakan teknologi informasi untuk berbagai kepentingan dalam segala bidang.

Para kepala sekolah diharapkan bisa mendorong pembelajaran mendalam melalui berbagai pembelajaran praktek menyelesaikan berbagai masalah lingkungan, korupsi, pengangguran, kemiskinan, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sebagai contoh penerapan masalah lingkungan dengan mengenalkan pertanian ramah lingkungan, pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian, dan pengolahan sampah dari limbah organik.

Untuk mengikis budaya korupsi, murid diajarkan untuk mengelola uang sejak di sekolah. Murid diajak untuk nabung sambil investasi. nabung saham bisa dikenalkan dari sekolah sejak SD, SMP, dan SMA, dengan berkolaborasi dengan orang tua, Bursa Efek Indonesia, Sekuritas, dan kampus. Target Indonesia tahun 2025 memiliki penabung saham 86 juta atai sekitar 30% dari pepulasi penduduk Indonesia.

Untuk meningkatkan literasi dan numerasi, murid diajak untuk membudayakan membaca buku sebanyak 27 buku per tahun, dan melakukan penelitian dan penyelesaian masalah dengan memafaatkan teknologi informasi. Pembelajaran STEM diterapkan di sekolah sesuai dengan kondisi murid.

Murid-murid diajarkan pola hidup sehat dan mandiri memelihara lingkungan tempat tinggal agar selalu bersih dan rapi guna mendukung kesehatan dan keindahan. Sekolah-sekolah harus serius mengajarkan hidup sehat, dengan mempraktekkan pola makan sehat, hidup sehat, buang sampah dipilih, wc bersih, dan melibatkan semua untuk jadi pemelihara lingkungan sekolah.

BERITA AKSI – Sekjen DPP AKSI Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. menyampaikan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia adalah penjaga moral dan narasi besar bangsa Indonesia. Dipundak para kepala sekolah bergantung nasib bangsa Indonesia.

AKSI bersama organisasi profesi guru lainnya, kita semua adalah penanggung jawab masa depan bangsa. Diskusi-dikusi yang kita lakukan tidak ada lain untuk kepentingan narasi besar bangsa untuk Indonesia emas 2025. Presiden Prabowo Subianto sedang bekerja keras membangun kebesaran bangsa Indonesia untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. AKSI selalu berada dibalik kepentingan negara untuk kebesaran bangsa Indonesia.

Para kepala sekolah di seluruh Indonesia harus bersikap profesional, kreatif, dan inovatif, menciptakan program-program pendidikan yang bermanfaat bagi kehidupan murid-murid. Pengajaran bukan hanya sebataskan mengajarkan ketermapilan mengerjakan soal-soal ujian tanpa ada kaitan dengan kehidupan murid. Para kepala sekolah harus memastikan setiap pengajaran membawa perubahan pada kompetensi murid menjadi manusia yang bisa menyelesaikan masalah dalam kehidupan bernegara.

Prinsip pembelajaran mendalam harus betul-betul diterapkan menjadi pembelajaran membangun kesadaran kepada murid tentang tantangan hidup yang sedang dihadapi baik untuk dirinya maupun untuk negara. Pengajaran harus mengandung manfaat bagi murid untuk mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat.

Tugas dunia pendidikan adalah menyelesaikan masalah-masalah yang sedang dihadapi murid dan bangsa. Masalah korupsi, kemiskinan, pengangguran, pencemaran lingkungan, penggundulan hutan, ilegaloging, banjir, longsor, saluran air mampet, sungai dipenuhi sampah, krisis moral budaya dan agama, semuanya berada di ranah pendidikan untuk memperbaikinya.

Melalui pembelajaran mendalam, pendekatan pengajaran harus mengedepankan konteks berkaitan dengan nilai moral, ilmu, keterampilan, dan prilaku, yang harus dimiliki murid-murid dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi murid sesuai dengan kondisi lingkungan yang mereka tempati.

Murid-murid harus disadarkan dengan kondisi zaman yang sedang mereka hadapi. di era teknologi informasi pola hidup sudah berubah. Teknologi informasi telah memanjakan masyarakat, pekerjaan dilakukan menjadi serba cepat dan mudah. Dalam setiap pengajaran teknologi informasi harus hadir sebagai sumber ilmu pengetahuan, dan sebagai alat untuk menyelesaikan berbagai masalah hidup.

Dunia kerja yang dibutuhkan oleh murid-murid saat ini tidak lepas dari keterampilan memanfaatkan berbagai media teknologi informasi. Murid-murid harus didorong praktek menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dalam bertani, berdagang, bekerja kantor, wirausaha, cinematografi, jurnalistik, pelatihan, berkesenian, olah raga, dan upacara pernikahan sekalipun, selalu berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi.Ā Dalam dunia teknologi informasi semua pekerjaan menjadi mudah, efektif dan efisien.

Murid-murid harus diberi wawasan kebangsaan berkaitan dengan fungsi teknologi informasi. Isu perpecahan, konflik, pemberontakan, sparatisme, terjadi karena informasi yang dibangun di dunia informasi. Untuk menjaga keutuhan dan kebesaran bangsa, murid-murid harus diajarkan bagaimana membangun bangsa besar dengan menarasikan kebesaran bangsa. Murid-murid harus diajak peduli tentang persatuan dan kesatuan bangsa, dan dinarasikan dalam media informasi. Bangsa hebat dibangun oleh narasi rakyat yang hebat tentang bangsanya.

Narasi-narasi di media sosial yang mengarah kepada perpecahan harus disikapi oleh murid-murid sebagai ancanam terhadap bangsanya. Murid-murid tidak boleh abai terhadap masalah kebangsaan, karena kehidupan damai sejahtera ada dalam sebuah bangsa damai. Pemberontakan, perang, hanya mengajak manusia pada hidup sulit dan menderita. Mempertahankan hidup damai sejahtera jauh lebih penting dari pada sekedar merdeka tapi menderita. Dalam kondisi damai manusia bisa menciptakan kemandirian hidup tanpa ada rasa takut dan ancaman.

Indonesia sudah merdeka punya visi dan misi besar untuk sejahterakan masyarakat. Para kepala sekolah sebagai pemimpin peradaban bangsa memiliki tugas membantu masyarakat untuk meraih cita-citanya hidup damai sejahtera. Dunia pendidikan harus bahu-membahu mewujudkan visi dan misi bangsa.***

1 PROGRAM PENGUATAN MENTAL & KARAKTER KEPALASEKOLAH 1) Pelatihankepemimpinan berbasis integritas
2) Workshop kesehatan mental & manajemen stres
2 PROGRAM KESEJAHTERAAN EKONOMI SEKOLAH & GURU 1) Advokasi tunjangan profesi

2) Pengembangan unit usaha sekolah

3) Kemitraan DUDI

4) Dana abadi kesejahteraan

3 PROGRAM PENGUATAN SOSIAL & KOMUNITAS 1) Forum komunikasi lintas wilayah dan negara

2) Sekolah Sahabat Masyarakat

3) Bakti sosial & pengabdian masyarakat

4 PROGRAM PELESTARIAN & PENGEMBANGAN BUDAYA 1) Integrasi budaya lokal

2) Festival budaya provinsi & nasional

3) Kolaborasi seniman / budayawan

5 PROGRAM INOVASI PENDIDIKAN DIGITAL

 

1) Pelatihan literasi digital

2) Pengembangan platform praktik baik

3) Implementasi sekolah digital

6 PROGRAM MUTU AKADEMIK & NON-AKADEMIK 1) Supervisi akademik Kepala Sekolah

2) Kompetisi inovasi pembelajaran

3) Program bakat minat siswa

7 PROGRAM RISET & PENGEMBANGAN PENDIDIKAN 1) Penelitian pendidikan nasional

2) Publikasi jurnal kepala sekolah

3) Pusat Data Pendidikan AKSI

8 PROGRAM TATA KELOLA & KEPEMIMPINAN SEKOLAH 1) Pelatihan manajemen transparan

2) Evaluasi kinerja Kepala Sekolah

3) Standar kompetensi Kepala Sekolah

9 PROGRAM ADVOKASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN 1) Dialog reguler dengan pemerintah

2) Penyusunan policy brief

3) Keikutsertaan forum nasional & internasional

10 PROGRAM SOLIDARITAS &KESEJAHTERAAN ANGGOTA 1) Dana musibah

2) Beasiswa anak Kepala Sekolah

3) Penguatan jaringan dukungan sosial

 

Berdasarkan hasil Kongres AKSI V di Bandung Oktober 2025, ditetapkan melalu SK Nomor: Ā 77/SK – KETUM/DPP – AKSI/XI/2025 Tentang Penetapan Visi Dan Misi AKSI Periode 2025–2029

VISI

  • ā€œMemimpin Transformasi Pendidikan Wujudkan Kepala Sekolah Profesional, Berintegritas, dan Inspiratif.ā€

Misi

  • Menmperkuat profesionalisme dan integritas kepala sekolah sebagai pemimpin
  • Mendorong inovasi dan transformasi sekolah berbasis teknologi, data, dan praktik
  • Memperluas jejaring kolaborasi lintas jenjang demi memperkuat ekosistem pendidikan nasional.
  • Membangun organisasi kepala sekolah yang modern, inklusif, responsif, dan
    Menjadi mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam peningkatan mutu sekolah.

 

Ditetapkan: di Bandung Tanggal: 13 November 2025

ASOSIASI KEPALA SEKOLAH INDONESIA

Ketua Umum,

Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.

AKSI – Biliar bukan lagi identik dengan judi, minuman keras, dan prostitusi. Biliar kini sudah menjadi cabang olah raga prestasi. Persatuan Olah Raga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) sudah terbentuk diberbagai daerah.

Olah Raga Biliar bisa jadi alternatif sumber penghidupan bagi siapa saja yang berminat. Olah raga biliar belum dikenal masyarakat seperti baket, Voly, dan sepak bola, dan futsal. Murid-murid di sekolah kebanyakan masih awam.

Namun ketika salah seorang murid ketua OSIS di tanya tentang keberadaan bilir, mereka menjawab murid-murid sudah ada yang bermain biliar. Namun sejauh ini belum didalami apakah mereka bermain biliar untuk prestasi atau sekedar hobi.

Salah seorang ketua OSIS berpendapat, “kalau menurut saya bagus pak karena memang billiard juga ada peminatnya, tetapi untuk ekstra billiard harus di survey dulu sih bapak dan harus jelas siapa yang akan manage ekskulnya agar hidup ekstranya bapak, seperti halnya ekstra jurnalistik yang niatnya datang langsung dari siswa termasuk management ekstranya kemudian kemarin sudah disahkan bersama wakasek menjadi bagian dari ekskra.”

Tahap awal untuk menjadikan Biliar sebagai ektrakurikuler, perlu ada sosialisasi dari POBSI ke sekolah-sekolah. Hal ini untuk melihat sejauh mana potensi dan minat murid berminat mengikuti ektrakurikuler biliar. Untuk melakukan sosialisasi POBSI bisa datang ke sekolah-sekolah, atau mengundang murid-murid ke tempat pelatihan di POBSI, sehingga murid-murid bisa melihat langsung bagaimana POBSI mencetak atlit biliar di tempatnya.

Jika murid-murid berminat untuk membuka ektrakurikuler biliar di sekolah, pihak sekolah harus menyediakan pelatih, sarana dan prasarananya. Menurut Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Sekjen DPP AKSI, “berbagai potensi yang ada dari murid harus terus dikembangkan sehingga murid menjadi banyak alternatif untuk berkarir dalam hidupnya.

Biliar jadi ektrakurikuler layak untuk dicoba. Para kepala sekolah bisa jadi fasilitator dalam pengembangan ekstrakurikuler biliar. Biliar olah raga melatih konsentrasi otak, emosi, keterampilan, dan menyenangkan.Ā  Perlu keterlibatan profesional untuk menepis prasangka biliar dientik dengan keburukan di mata masyarakat.***

 

AKSI – “Pemimpin perempuan dianggap kompeten tapi menghadapi berbagai hambatan sosial, budaya, juga rendahnya kepercayaan diri”, demikian menurut laporan dari tim INOVASI. Atas dasar itu, kerjasama dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) bertujuan untuk menggali lebih banyak potensi kepemimpinan kepala sekolah perempuan di berbagai daerah.

Kegiatan akan difokuskan pada tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Di masing-masing provinsi akan digali beberapa kabupaten. Di NTT empat kabupaten, di Jawa Timur empat kabupaten, dan di Jawa Barat dua Kabupaten.

Kegiatan dilakukan kerjasama pengurus AKSI pusat dan daerah dengan tim INOVASI. Kegiatan meliputi penyusunan kriteria sosok kepala sekolah perempuan hebat di jenjang sekolah dasar, sosialisasi kriteria kepala sekolah hebat, seleksi kepala sekolah perempuan hebat, penyusunan video dokumenter kepala sekolah perempuan hebat, seminar kepala sekolah perempuan hebat di daerah, dan seminar kepala sekolah perempuan hebat di tingkat nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi dukungan dan semangat kepada guru-guru perempuan untuk berani berkarir menjadi kepala sekolah perempuan hebat diberbagai daerah. Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd, Sekjen DPP AKSI mengatakan, kaum perempuan diakui memiliki tingkat ketekunan dan kesabaran dalam mengemban tugas pendidikan. Keterlibatan perempuan menjadi kepala sekolah perlu mendapat perhatian karena jumlahnya masuh dominan kaum laki-laki.

Selain dukungan dari luar, kaum perempuan juga perlu terus meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan kompetensi profesi keguruan dan kepemimpinan. Seorang pemimpin tentu memiliki berbagai tantangan berat yang harus dihadapi. Kompetensi menajerial, sosial, kewirausahaan, dan kepribadian benar-benar harus dimiliki.

Dr. Toto menyamapaikan, “pemimpin laki-laki atau perempuan, pada prinsipnya harus pandai berbagi peran antara tugas di rumah dan di dunia kerja. Tugas di rumah harus dikelola sama baiknya dengan tugas di dunia kerja. Untuk mengelola keduanya dengan baik, kembali kepada kompetensi yang harus mumpuni dimiliki.***

 

AKSI – Pengurus DPP AKSI melakukan pengukuhan Pengurus DPD AKSI Provinsi Jawa Barat. Sekjen DPP AKSI memberi amanat sukseskan program dana abadi AKSI.Ā 

Toto Suharya, S.Pd., M.Pd., Sekjen DPP AKSI mengatakan, ā€œDewan Kehormatan bisa dijabat oleh para tokoh peduli pendidikanā€. Para pengurus AKSI harus kepala sekolah aktif.

Purwanto, M.Pd. saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah tokoh pendidikan Jawa Barat, dikenal sebagai tokoh pendidikan bidang kearifan lokal Budaya Sunda.

Dalam bukunya yang berjudul ā€œĀ Menyemai Karakter LinuhungĀ ā€ Beliau secara konsisten menerapkan praktik-praktik pendidikan berbasis kearifan lokal Sunda di tingkat satuan pendidikan.

Usai pengukuhan, Dr. Toto Sekjen DPP AKSI memberikan Arahan pada para pengurus DPD Provinsi Jawa Barat, untuk membentuk Pengurus DPC di 27 Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Sekjen DPP AKSI menjelaskan pada program tahun 2025-2029 ada program baru yang tertuang dalam AD/ART, yang harus mendapat perhatian para pengurus.

Dalam jangka panjang, Pengurus DPP, DPD, dan DPC, harus mengupayakan Dana Abadi Organsisi AKSI, sebagai dana investasi jangka panjang untuk mendukung kelangsungan AKSI.

Dana Abadi bersumber dari wakaf untuk pengurus dan anggota Organisasi Profesi AKSI. Dana disimpan dalam jangka panjang dalam bentuk aset investasi di pasar modal.

Aset termasuk wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan, kecuali untuk diambil manfaatnya dari keuntungan untuk kepentingan berbagai biaya kegiatan organisasi maupun operasional.

Menurut Dr. Toto program ini sangat strategis karena dapat menjadi motor penggerak roda organisasi dalam berbagai kondisi.Ā 

Dana wakaf bersifat sukarela untuk kepentingan organisasi bahkan ke depan manfaat dana dari hasil investasi dapat digunakan untuk bantuan-bantuan sosial AKSI.

Dr. Toto menghimbau agar para kepala sekolah dapat bergabung menjadi anggota AKSI dengan mendaftar secara online di web: kartu.satuaksi.id. untuk mendapatkan kartu anggota AKSI.***

Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. Ketua Umum DPP AKSI

Dosen STIE PGRI
SMAN 2 Cimahi
SMAN1 Sukaraja
GURU SMAN1 Kota Sukabumi
Ketua MGMP Sejarah Kota Sukabumi
Ketua Anggkatan Jurusan Sejarah UPI
Ketua Anggkatan Program Magister Unpak
Ketua Angkatan Program Doktoral Unpak
Ketua Ranting PGRI
Ketua PC PGRI
Ketua PGRI Kota Sukabumi
Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi
Ketua PB PGRI Hasil Kongres Tahun 2019
Pengurus PUI Kota Sukabumi
Wakil Ketua Asosiasi Guru Penulis Pengurus Besar PGRI
Trainner dan Motivator Menulis Pengurus Besar PGRI
Ketua Rombongan Guru Kerjasama Australia Indonesia
Ketua Forum Guru Inspiratif Jawa Barat
Kepala SMA Pengerak Angkatan 1, SMAN1
Parungpanjang, Kabupaten Bogor
Ketua FKKS 69 Jawa Barat
Dewan Penasehat GLN Gareulis Jawa Barat
Pembina SRA Kemen PPPA
Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI)

Penghargaan

  1. Juara 2 Nasional bidang Kesejarahan
  2. Juara 1 Jabar Bidang Pendidikan
  3. Juara 1 Jabar Bidang Seni
  4. Nominator Guru Inspiratif Jawa Barat tahun 2017
  5. Pemenang Guru Inspiratif Jawa Barat 2018
  6. Piagam Penulis Prokduktif Media Sinar Pagi
  7. Piagam Penulis Produktif Media Beritadisdik.com
  8. Piagam Penulis Inspiratif AKSI

Karya

  1. Lagu ā€œSmansa Jayaā€
  2. Lagu ā€œPGRI Rumah Perjuanganā€
  3. Lagu ā€œSMAN1 Parungpanjang Jayalah Selaluā€
  4. Lagu ā€œSMAN1 Cikakak Serempak Bergerakā€
  5. Opini pendidikan (Republika, Pikiran Rakyat, Jawa Pos Group,
    Kompasiana, Majalah Nasional PB PGRI, Majalag PGRI jawa Barat dll)
  6. Buku, ā€œPGRI Wajah Guru Indonesiaā€
  7. Buku, ā€œBermula Dari Guruā€
  8. Buku, ā€œSaatnya Guru Berpolitikā€
  9. Buku, ā€œSelamanya Jokowi Presidenkuā€
  10. Buku, ā€œLiterasiku Pendidikanā€
  11. Buku, ā€œAyo Belajar Menulisā€
  12. Buku, ā€œLiterasi Spiritualā€
  13. Buku, ā€œLiterasi Politikā€
  14. Buku, ā€œDarah Guruā€
  15. Buku, ā€œCovid-19 Kumpukan Tulisan Era Pandemiā€
  16. Buku, ā€œKumpulan Opini Sinar Pagi Newsā€
  17. Buku,, ā€œPGRI Bergerakā€
  18. Buku, ā€œNadiem Bintang Milenialā€
  19. Buku, ā€œPGRI Menulisā€
  20. Buku, ā€œPGRI Menulis2ā€
  21. Buku, ā€œSudut Pandangā€
  22. Buku, ā€œCatatan Kecilā€
  23. Buku, ā€œ121 OPINIā€
  24. Buku, ā€œ99 Opiniā€
  25. Buku, ā€œ101 Opiniā€
  26. Buku, ā€œDuo Kepala SMA Menulisā€
  27. Buku, ā€œKomitemen Guru Terhadap Organisasiā€
  28. Buku, ā€œIkhtiar Memuliakan Pendidikanā€
  29. Buku, ā€œNarasi New Normalā€
  30. Buku, ā€œCatatan Kecilā€
  31. Buku, ā€œOpini 45ā€
  32. Buku, ā€œJejak Pikir DNKā€
  33. Buku, ā€œMengawal Martabat Guru Honorerā€
  34. Buku, ā€œDNK Series PGRIā€
  35. Buku, ā€œDNK Series Pendidikanā€
  36. Buku, ā€œDNK Series Tokohā€
  37. Buku, ā€œDNK Series Sosial Budayaā€
  38. Buku ā€œSelamatkan PGRIā€
  39. Buku ā€œRUU SISDIKNAS PLUSā€
  40. Buku ā€œOpini Randomā€
  41. Buku ā€œPerspektif Kepala Sekolahā€
  42. Buku ā€œLiterasi Awal Tahun 2023ā€
  43. Buku ā€œMengawal Martabat Guru Honorerā€
  44. Buku ā€œMerdeka Belajar, Merdeka Literasiā€

Riwayat Pendidikan

  1. SDN Tasikmalaya
  2. SMPN Tasikmalaya
  3. SMAN Tasikmalaya
  4. D-3 UPI Bandung
  5. S-1 UPI Bandung
  6. S-2 Unpak Bogor
  7. S-3 Unpak Bogor

Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. terpilih sebagia Ketua Umum DPP AKSI. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 2025, bertempat di Hotel Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung, telah diselenggarakan Kongres V Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) yang dihadiri oleh para pengurus DPP, DPD, serta perwakilan kepala sekolah dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kongres ini merupakan forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta penetapan arah kebijakan organisasi dan pembentukan pengurus baru untuk masa bakti berikutnya.
Melalui sidang pleno yang dipimpin oleh pimpinan sidang terpilih, Kongres V AKSI telah membahas dan menetapkan beberapa keputusan strategis, salah satunya adalah pembentukan dan pengesahan Pengurus Pusat AKSI Masa Bakti 2025–2029.
Hasil kongres menetapkan bahwa struktur kepengurusan baru terdiri atas:

• Ketua Umum, Ketua Wilayah
• Sekretaris Jenderal
• Bendahara Umum
• Serta bidang-bidang strategis yang mendukung visi dan misi organisasi dalam memperkuat kepemimpinan kepala sekolah di Indonesia.

Proses pemilihan dan penetapan dilakukan secara musyawarah mufakat, dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, dan kontribusi para calon terhadap pengembangan organisasi. Dengan ditetapkannya Pengurus Pusat AKSI Masa Bakti 2025–2029, diharapkan kepemimpinan baru ini dapat meneruskan semangat kolaborasi, integritas, dan inovasi untuk menjadikan AKSI sebagai
wadah profesional yang kuat, berkarakter, dan berperan nyata dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.