Berita Kegiatan

AKSI – Biliar bukan lagi identik dengan judi, minuman keras, dan prostitusi. Biliar kini sudah menjadi cabang olah raga prestasi. Persatuan Olah Raga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) sudah terbentuk diberbagai daerah.

Olah Raga Biliar bisa jadi alternatif sumber penghidupan bagi siapa saja yang berminat. Olah raga biliar belum dikenal masyarakat seperti baket, Voly, dan sepak bola, dan futsal. Murid-murid di sekolah kebanyakan masih awam.

Namun ketika salah seorang murid ketua OSIS di tanya tentang keberadaan bilir, mereka menjawab murid-murid sudah ada yang bermain biliar. Namun sejauh ini belum didalami apakah mereka bermain biliar untuk prestasi atau sekedar hobi.

Salah seorang ketua OSIS berpendapat, “kalau menurut saya bagus pak karena memang billiard juga ada peminatnya, tetapi untuk ekstra billiard harus di survey dulu sih bapak dan harus jelas siapa yang akan manage ekskulnya agar hidup ekstranya bapak, seperti halnya ekstra jurnalistik yang niatnya datang langsung dari siswa termasuk management ekstranya kemudian kemarin sudah disahkan bersama wakasek menjadi bagian dari ekskra.”

Tahap awal untuk menjadikan Biliar sebagai ektrakurikuler, perlu ada sosialisasi dari POBSI ke sekolah-sekolah. Hal ini untuk melihat sejauh mana potensi dan minat murid berminat mengikuti ektrakurikuler biliar. Untuk melakukan sosialisasi POBSI bisa datang ke sekolah-sekolah, atau mengundang murid-murid ke tempat pelatihan di POBSI, sehingga murid-murid bisa melihat langsung bagaimana POBSI mencetak atlit biliar di tempatnya.

Jika murid-murid berminat untuk membuka ektrakurikuler biliar di sekolah, pihak sekolah harus menyediakan pelatih, sarana dan prasarananya. Menurut Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Sekjen DPP AKSI, “berbagai potensi yang ada dari murid harus terus dikembangkan sehingga murid menjadi banyak alternatif untuk berkarir dalam hidupnya.

Biliar jadi ektrakurikuler layak untuk dicoba. Para kepala sekolah bisa jadi fasilitator dalam pengembangan ekstrakurikuler biliar. Biliar olah raga melatih konsentrasi otak, emosi, keterampilan, dan menyenangkan.Β  Perlu keterlibatan profesional untuk menepis prasangka biliar dientik dengan keburukan di mata masyarakat.***

 

AKSI – “Pemimpin perempuan dianggap kompeten tapi menghadapi berbagai hambatan sosial, budaya, juga rendahnya kepercayaan diri”, demikian menurut laporan dari tim INOVASI. Atas dasar itu, kerjasama dengan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) bertujuan untuk menggali lebih banyak potensi kepemimpinan kepala sekolah perempuan di berbagai daerah.

Kegiatan akan difokuskan pada tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Di masing-masing provinsi akan digali beberapa kabupaten. Di NTT empat kabupaten, di Jawa Timur empat kabupaten, dan di Jawa Barat dua Kabupaten.

Kegiatan dilakukan kerjasama pengurus AKSI pusat dan daerah dengan tim INOVASI. Kegiatan meliputi penyusunan kriteria sosok kepala sekolah perempuan hebat di jenjang sekolah dasar, sosialisasi kriteria kepala sekolah hebat, seleksi kepala sekolah perempuan hebat, penyusunan video dokumenter kepala sekolah perempuan hebat, seminar kepala sekolah perempuan hebat di daerah, dan seminar kepala sekolah perempuan hebat di tingkat nasional.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberi dukungan dan semangat kepada guru-guru perempuan untuk berani berkarir menjadi kepala sekolah perempuan hebat diberbagai daerah. Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd, Sekjen DPP AKSI mengatakan, kaum perempuan diakui memiliki tingkat ketekunan dan kesabaran dalam mengemban tugas pendidikan. Keterlibatan perempuan menjadi kepala sekolah perlu mendapat perhatian karena jumlahnya masuh dominan kaum laki-laki.

Selain dukungan dari luar, kaum perempuan juga perlu terus meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan kompetensi profesi keguruan dan kepemimpinan. Seorang pemimpin tentu memiliki berbagai tantangan berat yang harus dihadapi. Kompetensi menajerial, sosial, kewirausahaan, dan kepribadian benar-benar harus dimiliki.

Dr. Toto menyamapaikan, “pemimpin laki-laki atau perempuan, pada prinsipnya harus pandai berbagi peran antara tugas di rumah dan di dunia kerja. Tugas di rumah harus dikelola sama baiknya dengan tugas di dunia kerja. Untuk mengelola keduanya dengan baik, kembali kepada kompetensi yang harus mumpuni dimiliki.***

 

AKSI – Pengurus DPP AKSI melakukan pengukuhan Pengurus DPD AKSI Provinsi Jawa Barat. Sekjen DPP AKSI memberi amanat sukseskan program dana abadi AKSI.Β 

Toto Suharya, S.Pd., M.Pd., Sekjen DPP AKSI mengatakan, β€œDewan Kehormatan bisa dijabat oleh para tokoh peduli pendidikan”. Para pengurus AKSI harus kepala sekolah aktif.

Purwanto, M.Pd. saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah tokoh pendidikan Jawa Barat, dikenal sebagai tokoh pendidikan bidang kearifan lokal Budaya Sunda.

Dalam bukunya yang berjudul β€œΒ Menyemai Karakter Linuhung ” Beliau secara konsisten menerapkan praktik-praktik pendidikan berbasis kearifan lokal Sunda di tingkat satuan pendidikan.

Usai pengukuhan, Dr. Toto Sekjen DPP AKSI memberikan Arahan pada para pengurus DPD Provinsi Jawa Barat, untuk membentuk Pengurus DPC di 27 Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Sekjen DPP AKSI menjelaskan pada program tahun 2025-2029 ada program baru yang tertuang dalam AD/ART, yang harus mendapat perhatian para pengurus.

Dalam jangka panjang, Pengurus DPP, DPD, dan DPC, harus mengupayakan Dana Abadi Organsisi AKSI, sebagai dana investasi jangka panjang untuk mendukung kelangsungan AKSI.

Dana Abadi bersumber dari wakaf untuk pengurus dan anggota Organisasi Profesi AKSI. Dana disimpan dalam jangka panjang dalam bentuk aset investasi di pasar modal.

Aset termasuk wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan, kecuali untuk diambil manfaatnya dari keuntungan untuk kepentingan berbagai biaya kegiatan organisasi maupun operasional.

Menurut Dr. Toto program ini sangat strategis karena dapat menjadi motor penggerak roda organisasi dalam berbagai kondisi.Β 

Dana wakaf bersifat sukarela untuk kepentingan organisasi bahkan ke depan manfaat dana dari hasil investasi dapat digunakan untuk bantuan-bantuan sosial AKSI.

Dr. Toto menghimbau agar para kepala sekolah dapat bergabung menjadi anggota AKSI dengan mendaftar secara online di web: kartu.satuaksi.id. untuk mendapatkan kartu anggota AKSI.***

Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. terpilih sebagia Ketua Umum DPP AKSI. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 2025, bertempat di Hotel Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung, telah diselenggarakan Kongres V Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) yang dihadiri oleh para pengurus DPP, DPD, serta perwakilan kepala sekolah dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kongres ini merupakan forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta penetapan arah kebijakan organisasi dan pembentukan pengurus baru untuk masa bakti berikutnya.
Melalui sidang pleno yang dipimpin oleh pimpinan sidang terpilih, Kongres V AKSI telah membahas dan menetapkan beberapa keputusan strategis, salah satunya adalah pembentukan dan pengesahan Pengurus Pusat AKSI Masa Bakti 2025–2029.
Hasil kongres menetapkan bahwa struktur kepengurusan baru terdiri atas:

β€’ Ketua Umum, Ketua Wilayah
β€’ Sekretaris Jenderal
β€’ Bendahara Umum
β€’ Serta bidang-bidang strategis yang mendukung visi dan misi organisasi dalam memperkuat kepemimpinan kepala sekolah di Indonesia.

Proses pemilihan dan penetapan dilakukan secara musyawarah mufakat, dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, dan kontribusi para calon terhadap pengembangan organisasi. Dengan ditetapkannya Pengurus Pusat AKSI Masa Bakti 2025–2029, diharapkan kepemimpinan baru ini dapat meneruskan semangat kolaborasi, integritas, dan inovasi untuk menjadikan AKSI sebagai
wadah profesional yang kuat, berkarakter, dan berperan nyata dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.

Surat Keputusan Ketua Umum DPP AKSI Menetapkan tempat Kongres V di kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Hari Kamis-Sabtu, Tanggal 22-24 Mei 2025

AKSI – Berdasarkan SK No. 37/SK/DPP-AKSI/X/2024 Kongres AKSI V telah ditetapkan dilaksanakan di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kegiatan Kongres diundang seluruh pengurus dan anggota AKSI perwakilan provinsi diwakili dari kepala sekolah jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Kongres akan mengundang tokoh-tokoh penting di republik Indonesia, untuk bersama-sama berjuang melalui pendidikan dengan mendukung upaya peningkatan kompetensi kepala sekolah untuk mewujudkan kepala sekolah profesional dalam memberikan layanan pendidikan bermutu di seluruh pelosok. Kepala sekolah merupakan tokoh penting di dunia pendidikan, karena kepala sekolah adalah kapten kesebelasan yang menjamin kualitas layanan pendidikan.

Kuota peserta per provinsi akan ditentukan kemudian melalui rapat panitia kongres AKSI V Balikpapan. Saat ini panitia kongres sedang berkoordinasi dengan pengurus DPD AKSI Provinsi Balikpapan untuk merancang terlaksananya kongres. Tema kali ini “Indonesia Emas 2045 Kepala Sekolah Hebat Indonesia Kuat”. Semoga Indonesia tetap jaya, semangat terus maju pantang mundur demi kejayaan negara. Optimis Tanpa Batas….Semoga Allah melancarkan urusan kita semua.

Webinar Internasional Bersama Global Peace Foundation…Tunggu Webinar Selanjutnya…

AKSI – A Problem Solving Approach for Peace. Tema ini menjadi narasi besar yang harus terus disebarluaskan. Jumlah penduduk bumi kurang lebih 8 Miliar. Semakin banyak populasi manusia jika tidak terkontrol dengan baik akan terjadi kekacauan. Pola pendidikan harus melatih manusia pandai dalam menyelesaikan masalah agar eksistensi manusia tetap damai sekalipun jumlahnya terus bertambah banyak.

Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd, mengatakan , “semakin banyak manusia semakin banyak masalah tercipta”. Pendidikan dengan pendekatan problem solving menjadi model pembelajaran yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan, dari pendidikan usia dinia sampai tingkat pendidikan tinggi. Pendekatan problem solving melatih murid-murid menjadi pemimpin yang baik. Sebaik-baiknya pemimpin mereka yang bisa membantu masyarakat menyelesaikan masalah.

Ketua Umum DPP AKSI Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. Serahkan Buku Pada Mendikbuddasmen Prof. Abdul Mu’ti

Ketua DPP Umum AKSI Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. menyatakan siapapun pemerintahnya, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) selalu siap terlibat aktif dalam program-program pendidikan yang digulirkan pemerintah. AKSI memiliki visi dan misi untuk kemajuan bangsa, maka dari itu AKSI selalu hadir untuk kemajuan bangsa Indonesia.

AKSI adalah organisasi profesional, selalu memihak dalam rangka kepentingan negara. Di bawah undang-undang 1945 AKSI mengemban misi tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. Sekjen DPP AKSI mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto pada HGN 2024. Beliau mengatakan, “ketika negara-negara maju memprioritaskan angggaran pertahanan dalam APBN, Indonesia memprioritaskan pendidikan dalam APBN”. AKSI menyambut baik langkah ini, dan siap berusaha keras untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di satuan-satuan pendidikan.

Rhenald Kasali Berikan Inspirasi Untuk Para Kepala Sekolah Indonesia Pada Rakernas AKSI 2024

AKSI – Prof Rhenal Kasali, Ph.D. Hadir pada Rakernas AKSI didampingi Ketua Umum DPP AKSI Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. Dalam seminar Prof. Rhenald Kasali memaparkan materi dalam bentuk film-film inspiratif tentang terjadinya perubahan zaman yang tidak dapat dihindari oleh para Kepala Sekolah.

Pada intinya, para kepala sekolah sedang dihadapkan pada Gen Z yang pola hidupnya berbeda dengan pola hidup yang pernah dialami para kepala sekolah sebelumnya. Oleh Prof. Rhenald Kasali, para kepala sekolah diajak untuk berpikir memahami pola prilaku yang sedang terjadi pada Gen Z. Cepatnya perubahan teknologi informasi menjadi ciri pola hidup Gen Z.

Cara berpikir Gen Z menggunakan algoritma sebuah metode berpikir efektif yang sudah dirumuskan dalam instruksi-instruksi terbaik untuk menghitung sebuah fungsi, kemudian diimplementasikan dalam bahasa komputer. Gen Z akan terlihat malas namun cara kerja mereka lebih banyak dibantu oleh algoritma-algoritma yang mereka pahami dan terbiasa dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intellegence).

Prof. Rhenald Kasali memberi penekanan bahwa guru-guru harus mulai melatih diri untuk selalu berpikir cepat. Para kepala sekolah harus terbiasa menggunakan teknologi informasi dan mempelajari berbagai algoritma untuk menyelesaikan berbagai masalah. Menurut Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd. Sekjen DPP AKSI, pada dasarnya algoritma adalah cara berpikir yang disusun secara terstruktur berdasarkan hasil kajian ilmiah kemudian di definisikan menjadi seperangkat instruksi. Selanjutnya algoritma diimplementasikan dalam bahasa komputer menjadi kecerdasan buatan untuk membantu manusia memecahkan berbagai masalah dengan cepat.

Algoritma-algoritma yang diterapkan pada kecerdasan buatan membawa dampak pada pola pikir Gen Z ingin serba cepat, instan, dan malas. Adaftasi dunia pendidikan adalah melatih Gen Z berpikir kritis, kreatif, mandiri, berani berkorban, gotong royong, berwawasan luas, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional.***

Forum Diskusi Rakernas AKSI 5 Juni 2024

Forum Diskusi Rakernas AKSI 5 Juni 2024AKSI-Forum diskusi Rakernas AKSI 2024 dipimpin oleh Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd dan Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd. Dalam diskusi berlangsung pemaparan masalah-masalah yang dihadapi dunia pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Masalah-masalah yang jadi sorotan dalam Rakernas adalah masalah kualitas layanan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Hal ini berdasarkan pada hasil lapooran survey PISA 2023 yang telah dirilis oleh Kemendikbudristek.

Hasil dari PISA 2023 kemampuan literasi dan numerasi anak-anak kita meningkat secara peringkat, namun dari hasil skor masih perlu kerja keras dari para kepala sekolah di satuan pendidikan. Hal yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana kepala sekolah bertransformasi mewujudkan layanan pendidikan mengacu pada kodrat zaman dan alam. Berdasarkan kodrat zaman, generasi Z yang sedang kita hadapi membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan memiliki karakter produktif.

Tugas berat para kepala sekolah dan guru-guru di satuan pendidikan adalah meningkatkan kompetensi untuk memberikan layanan pendidikan di kelas. Kegiatan belajar di kelas antara guru dengan siswa menjadi kunci dari usaha serius untuk melatih berbagai kompetensi literasi, numerasi, dan karakter siswa. Dalam Rakernas diputuskan bahwa seluruh kepala sekolah harus berupaya meningkatkan kualitas layanan pembelajaran di kelas yang mengacu pada kemampuan literasi, numerasi dan pembentukkan karakter.

Dalam dikusi setiap perwakilan dari seluruh Indonesia mengemukakan berbagai permasalahan pendidikan yang ada diberbagai daerah. Masalah yang muncul antara lain, jaminan perlindungan hukum terhadap kepala sekolah dan guru, disparitas tunjangan kepala sekolah yang berbeda tiap daerah, ketegasan tentang karir kepala sekolah, kekosongan kepala sekolah di satuan pendidikan, periodisasi kepala sekkolah yang perlu dikaji ulang, ketersediaan tenaga fungsional pendidikan di sekolah, keterbatasan akses internet di sekolah, kualitas lulusan SMA/SMK yang tidak terserap perguruan tinggi dan dunia kerja, dan kemampuan pengelolaan keuangan yang harus dimiliki kepala sekolah, guru, dan siswa.

Berdasarkan diskusi di atas, lahir rekomendasi untuk kemendikbudristek sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijkan strategis untuk mewujudkan generasi emas 2045. Selanjutnya, para kepala sekolah berkomitmen untuk berstransformasi mewujudkan layanan pendidikan berkualitas di satuan pendidikan mulai dari perbaikan pada sistem pengajaran di kelas sesuai dengan kebutuhan zaman.***

AKSI – Kepala Sekolah bukan jabatan sembarang. Kepala sekolah bisa jadi penentu maju mundurnya sembuah bangsa. Kepala Sekolah harus meningkatkan kompetensinya. Webinar Strategi Meningkatkan Kompetensi Kepala Sekolah menghadirkan Direktur KSPSTK Kemendikbudristek menjaga Webinar yang wajib diikuti oleh kepala sekolah.

Iman Lubisasono, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Ketua Penggerak Komunitas Belajar DPP AKSI mengatakan, kepala sekolah harus banyak bersuara. Melalui komunitas Belajar DPP AKSI, para kepala sekolah bisa berbicara tentang gagasan-gagasan untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah.

Dr. Kasiman, S.Pd, ST. MT. mengatakan untuk menjaga kualitas kepala sekolah, ke depan akan dilakukan inovasi program dengan mebuat aplikasi terpadu antara Kemendikbudristek, dan Kemendagri. Solusi ini diambil setelah menemukan berbagai permasalahan rekruitmen kepala sekolah yang kurang berorientasi pada kompetensi.

HM. Purwono, S.Pd. Sekretaris Kombel DPP AKSI mengatakan, webinar yang diadakan AKSI di Jember bisa dihadiri sampai 2000 peserta. Hal ini bertanda bahwa para kepala sekolah punya semangat menggali ilmu dan meningkatkan kompetensi. Diskusi-diskusi yang akan dihadirkan oleh AKSI akan membawa isu isu terbaru.