Silaturahmi dengan Direktur KSPSTK Dr. Iwan Junaedi, S.Si. M.Pd. di kantor KSPSTK Senyang Jakarta, 15 Oktober 2026. Para pengurus pusat AKSI hadir diwakili oleh Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd Ketua Umum AKSI, Dr. Toto Suharya, S.Pd. M.Pd Sekjen AKSI, bserta jajaran.
Dalam silaturahmi Ketua Umum DPP AKSI menyampaikan peran strategis kepala sekolah sebagai penjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Indonesia emas 2045 bisa terwujud jika seluruh kepala sekolah bekerja menyiapkan murid-murid menjadi manusia-manusia unggul menyongsong tahun 2045.
Kepala sekolah adalah pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan. Satu kepala sekolah bisa memimpin enam sampai 100 warga sekolah. Arah pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian, profesional, sosial, dan kewirausahaan. Kepala sekolah harus dipilih dari manusia-manusia literate, kreatif, punya semangat inovasi dan pembelajaran sepanjang hayat.
Kepala sekolah dituntut untuk menjadi penjamin layanan pendidikan bermutu di satuan pendidikan. Kepala sekolah menentukan arah pendidikan sekolah. Program-program kemendikdasmen, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten, kota, bisa terlaksanakan dengan baik jika kepala sekolah mampu menggerakkannya.
Para kepala sekolah perlu mendapatkan berbagai pelatihan untuk menjaga semangat kinerja berkelanjutan.Β Kegagalan pendidikan merupakan bagian dari kegagalan para kepala sekolah di satuan pendidikan.
Dr. Toto Suharya mengatakan bahwa kepala sekolah menjadi penentu kualitas pendidikan di sekolah. Sebuah sekolah tanpa kepala sekolah saudah pasti kualitas layanan pendidikan menurun. Untuk itu, tidak boleh ada satu sekolahpun tanpa kepala sekolah.
Berdasarkan data di lapangan, banyak sekolah-sekolah di tingkat SD, SMP, SMA, SMK, SLB, tanpa kepala sekolah. Kekosongan kepala sekolah terjadi karena berbagai faktor, seperti pensiun, meninggal, sakit, habis periodisasi, keterbatasan calon kepala sekolah, keterlambatan proses seleksi, minat dan motivasi.
Para kepala sekolah perlu mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapsitas kepemimpinan dan kemampuan mengelola sekolah sebagai penjamin mutu pendidikan. Untuk itu, Rakernas dan Workshop Implementasi STEM menjadi salah satu wadah para kepala sekolah seluruh Indonesia untuk menjalin komunikasi, bertukar pikiran, dan saling berbagi praktik baik.
Melalui dukungan Direktur KSPSTK, para pengurus berharap kegiatan Rakernas di Jogjakarta, Kamis-Sabtu, 12-14 November 2026 mendapat dukungan kehadaran dari jajaran pengambil kebijakan di Kemendikdasmen.***
