Berita Kegiatan

Berikut adalah beberapa tugas kepala sekolah aberdasarkan Permendiknas No. 19/2007:
Satu: Menjabarkan visi ke dalam misi target mutu. Dua: Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai. Tiga: Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah. Empat: Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu. Lima: Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah.
Enam: melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah. Tujuh: berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat. Delapan: menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran
peraturan dan kode etik. Sembilan: menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Sepuluh: bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum. Sebelas: melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah. Duabelas: meningkatkan mutu pendidikan. Tigabelas: memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan
kepadanya. Empat Belas: memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah. Lima Belas: Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan
sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para
guru dan tenaga kependidikan. Enam Belas: Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif. Tujuh Belas: Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan
memobilisasi sumber daya masyarakat. Delapan Belas: Memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab.

Peraturan selanjutnya menjelasn, dari delapan belas tugas kepala sekolah, untuk meringankan membantu kinerja kepala sekolah, dijelaskan kepala sekolah/madrasah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah/madrasah sesuai dengan bidangnya.***

Dunia pendidikan mengalami tantangan besar. Media sosial yang banyak menampilkan informasi tanpa sensor bisa diakses semua orang. Informasi-informasi buruk yang merusak otak seperti kekerasan, pornografi, pelecehan, menjadi ancaman bagi pertumbuhan psikologis anak-anak sekolah. Kasus anak SMP membakar sekolah karena sakit hati akibat selaluu mendapat perundungan dan kurang perhatian dari guru, adalah gambaran betapa serius dunia pendidikan harus berbenah.

Jenjang pendidikan dasar adalah masa-masa pembentukkan karakter yang mana anak-anak seusia ini harus lebih banyak mendapat asupan informasi positif dalam pikirannya. Sekolah-Sekolah Dasar yang berjumlah besar harus memiliki sistem manajemen yang kuat. Kehadiran wakasek di manajemen sekolah dasar perlu mendapat kajian. Permendiknas No. 19 tahun 2007 belum memuat aturan tentang perlunya wakasek di sekolah dasar. Melihat betapa beratnya standar pengelolaan sekolah yang diatur dalam permendiknas, kepala sekolah tanpa bantuan wakasek akan mengalami beban berat dalam mengelola sekolah.

Webinar AKSI dengan tema Manajemen Sekolah Dasar, dalam rangka menggali informasi masukkan untuk bahan kajian atau rekomendasi awal kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi atau penelitian. Untuk selanjutnya, bisa menjadi dasar dalam mengambil keputusan apakah perlu wakasek atau tidak untuk tingkat level sekolah dasar?***

Ketua Umum DPP AKSI, Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. berserta pengurus mengucapkan selamat hari raya Idul Adha. Para kepala sekolah inovator di seluruh Indonesia dan luar negeri, semoga momen hari hari raya idul Adha menambah semangat kita untuk berkorban demi nusa dan bangsa. Kita semua berharap Indonesia menjadi bangsa besar, bangsa yang membawa manfaat bagi umat manusia di dunia.

Para kepala sekolah adalah kapten-kapten kapal besar bernama Indonesia. Kita adalah bangsa pemberani, pantang menyerah jika layar sudah terkembang, dan perahu kita harus tetap berlayar. Semangat merdeka belajar harus terus menggelora dari sabang sampai merauke. Insya Allah 2045 kita akan dipimpin oleh generasi-generasi emas yang akan membawa Indonesia menjadi pemimpin dunia.***

Ikatan Alumni UPI mengadakan Talks Show Kebangkitan Pendidikan Indonesia dengan tema kecerdasan buatan dan disrupsi pendidikan. Menyikapi era digital, dunia pendidikan harus berani melakukan lompatan berpikir bahwa kehadiran kecerdasan buatan telah menggeser fungsi dan peran guru dalam pendidikan. Guru bukan lagi sebagai sosok pengambil keputusan dalam kegiatan belajar. Situasinya sudah terbalik guru, siswa, kepala sekolah, harus menjadi sosok pembelajar sepanjang hayat. Pembelajaran adalah sebuah proses kolaboratif antara guru, siswa, kepala sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

Dengan hadirnya kecerdasan buatan, ilmu tidak lagi milik lembaga tetapi menjadi milik semua orang. Lembaga pendidikan adalah dunia informasi yang disajikan melalui teknologi informasi. Pendidikan bukan lagi melatih segelintir siswa yang memiliki kecerdasan intelktual, kini pendidikan harus melatih semua siswa bisa tumbuh menjadi manusia-manusia profil pelajar Pancasila, dengan menerapkan enam dimensi nilai yaitu siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berpikir kritis, kreatif, suka bergotong royong, berwawasan kebhinekaan global, dan mandiri.

Lembaga pendidikan fokus melatih karakter-karakter siswa menjadi seorang entrepreneur, yang berani menghadapi risiko, mampu bertahan dalam kondisi sulit, kreatif, dan mandiri. Dunia pendidikan harus cepat beradaftasi mengikuti cepatnya perubahan budaya hidup masyarakat akibat cepatnya perkembangan teknologi informasi. Dunia sudah terbelah jadi dua, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Lembaga pendidikan adalah pasar ide, yang harus mendorong siswa-siswi untuk terampil memanfaatkan teknologi informasi bukan sekedar alat komunikasi, tetapi sebagai alat produksi.***

Indoneisa di awal abdi 21 ini harus menjadi bangsa besar berpengaruh di dunia. Kekuatan bangsa Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar No. 4 di dunia, menjadi kekuatan ekonomi tidak terelakkan. Indonesia adalah pasar potensial untuk ekonomi global. Kekayaan alam dan tanah yang subur membuat Indonesia berpotensi besar jadi bangsa makmur.

Di tangan para kepala sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA,SMK, SLB, nasib Indonesia ditentukan. Mas Menteri Nadiem Makarim Mengatakan dalam pidato sambutan hari pendidikan nasional 2 Mei 2023 mengatakan bahwa kepala sekolah adalah kapten kapal besar Indonesia. Untuk itu ketua umum DPP AKSI mengajak untuk mengajak pada seluruh kepala sekolah untuk menjadi kapten-kapten kapal yang menjaga arah kapal besar bernama Indonesia.

Wawan, S.Pd. Kepala SLBN Cicendo mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di serahkan pada hari pendidikan nasional 2 Mei 2023. (Photo Bersama Kepala Cabang Dinas Wilayah VII, Wawan, S.Pd. dan Ketua Umum DPP AKSI)

dikutif dari Gorajuara.com, Kiki Aryani, M.Pd. selaku kepala sekolah SMA BPI 1 Bandung, sedang implementasikan Kurikulum Merdeka. SMA BPI 1 Bandung menjadi sekolah percontohan. Dalam Kurikulum Merdeka siswa dapat melakukan pembelajaran dimana saja. Siswa diberi kesempatan untuk mengeksplor berbagai potensi diri secara maksimal melalui berbagai proyek. Siswa harus merasa senang ketika belajar. Rasa senang bisa muncul ketika siswa berminat pada materi yang akan dipelajari.

Dalam pembelajaran proyek, siswa belajar mengelola proyek kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, bahkan hingga project ini dapat dijual kepada masyarakat. Festival Budaya SMA BPI 1 Bandung diikuti oleh siswa-siswi SMP tingkat Jabar, dengan memperebutkan trophy, sertifikat dan uang pembinaan total puluhan juta rupiah. Pengalaman mengelola kegiatan, kemampuan ini akan bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan proyek yang dikelola siswa ini, memperbutkan juara umum dengan mendapatkan trophy Gubernur Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan, SMA BPI 1 Bandung turut serta memelihara budaya bangsa. Di tengah kemajuan zaman, budaya bangsa jangan tersingkir di negerinya sendiri.

Selain itu, derasnya budaya asing yang membanjiri tanah air, jangan sampai mengalahkan budaya lokal. Generasi muda harus bangga punya budaya lokal dan diperkenalkan ke dunia internasional.Ketua pelaksana Reswara Dr. Lia Rohliawati M.MP.d menambahkan, semoga melalui reswara ini, SMA BPI 1 dapat berperan dalam menumbuhkan karakter siswa. Melalui kegiatan ini siswa bisa mencintai tanah airnya, dengan mencintai budaya bangsanya sendiri. Dengan menghargai budaya bangsa, rasa nasionalisme dapat terjaga dengan baik.***

Coach Wouter dari Global Peace Foundation, bersama Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd, Jalin Kerjasama Latih Pemimpin Dari Generasi Muda

Filosofi kepemimpinan bambu style dikemukakan oleh Mr. Wouter dari Global Peace Foundation. Beliau adalah orang Belanda, tinggal di Philipina yang berubah haluan. Mr. Wouter Lincklaen Arriens mendedikasikan dirinya sebagai Coach Leader, yang bergerak memberikan pelatihan-pelatihan tentang kepemimpinan bagi generasi muda di dunia. 

Pada hari Rabu, 1 Maret 2023, Mr. Wouter berkenan hadir di SMAN 15 Bandung untuk bertemu dengan siswa-siswi SMAN 15 Bandung yang sukses mengikuti pelatihan kepemimpinan. Mr. Wouter hadir karena terinspirasi oleh siswa-siswi SMAN 15 Bandung, yang berinisiatif menyebarluaskan tentang tentang peace at school melalui acara seminar. 

Mr. Wouter mengapresiasi acara seminar yang pembincaranya dari anak-anak sekolah. Beliau mengatakan kegiatan ini menjadi contoh bagi negara-negara lain. Beliau bertemu langsung anak-anak dan menyampaikan apresiasinya kepada siswa-siswi yang sangat impresif dan kreatif, mengadakan acara seminar dengan interaktif.

Mr. Wouter mengatakan dalam filosofi bambu, kepemimpinan harus ditanamkan sejak dini. Seperti bambu, sebelum tumbuh pesat, bambu membuat akar atau pondasi yang kuat.Membangun pondasi akar yang kuat, jangan dilakukan hanya sekali, tetapi harus berkelanjutan. Jangan seperti pisang, dia tumbuh menghasilkan buah, tetapi hanya sekali saja. 

Pemimpin harus seperti bambu yang bisa multi manfaat. Batang bambu bisa digunakan untuk membuat perkakas hidup. Batang bambu yang elastis bisa dibentuk apa saja.Pemimpin yang baik adalah yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu beradaftasi dalam berbagai tantangan zaman. Pemimpin harus mampu beradaftasi dengan perubahan zaman.

Bambu juga mengajarkan kepada para pemimpin, untuk membangun komitmen yang kuat harus dilakukan bersama-sama dalam rasa kekeluargaan. Bambu tidak pernah tumbuh sendirian. Bambu selalu tumbuh membuat koloni-koloni yang punya komitmen kuat. Koloni-koloni bambu tumbuh menjadi penampung air untuk kebutuhan hidup.Para pemimpin, adalah para penyejahtera yang bisa mengelola sumber daya alam, menyimpan dan mendistribusikannya untuk kesejahteraan masyarakat.***

Rapat Pimpinan AKSI Menyikapi Tirani Media Informasi Terhadap Dunia Pendidikan

Media informasi menjadi kekuatan, punya daya tekan tinggi, dan bisa menjadi tirani. Sebagai organisasi profesi, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), tidak boleh lalai pada fungsi dan peran media. Para kepala sekolah yang tergabung dalam AKSI adalah insan intelektual tinggi, dengan latar belakang pendidikan master dan doktor. Menurut Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd., Ketua DPP AKSI, para kepala sekolah harus lebih literat dan paham terhadap fungsi dan peran media di masyarakat. Fungsi media sebagai kontrol masyarakat memiliki batas-batas sesuai dengan kewenangan dan regulasi. Jika media melakukan fungsinya tidak sesuai dengan kewenangan dan regulasi yang berlaku, media bisa dituntut secara hukum.

Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd., Sekjen DPP AKSI mengatakan, AKSI perlu melakukan terobosan untuk meningkatkan literasi media informasi pada para kepala sekolah bekerjasama dengan awak media profesional, untuk bekerjasama dengan dunia pendidikan, menjalankan fungsi peran media sebagai lembaga pendidikan di masyarakat. Keterbelakangan para pengelola pendidikan dari pemahaman fungsi dan peran media, menjadi sebab dunia pendidikan seperti bulan-bulanan. Para pengelola pendidikan seperti pesakitan, yang tidak berdaya ketika hak-haknya dilanggar di muka publik melalui berita media. Kerjasama perlu dilakukan dengan para ahli hukum, pengacara, jaksa, kepolisian agar para pegiat pendidikan seperti guru, wakasek, kepala sekolah, terutama peserta didik, memahami fungsi peran media informasi dalam melaksanakan tugasnya sesuai regulasi.

Langkah selanjutnya, untuk antisifasi tirani media pada dunia pendidikan, AKSI perlu melakukan kerjasama pendidikan hukum untuk para kepala sekolah bekerjasama dengan lembaga-lembaga hukum profesional, kejaksaan, kepolisian, untuk mensosialisasikan budaya sadar hukum dalam menggunakan dan memahami fungsi media sebagai wujud dari warga negara yang sadar hukum dan santun dalam menggunakan media informasi. Lembaga pendidikan adalah lembaga tertinggi negara yang harus terjaga dan terlindungi dari gangguan-gangguan eksternal agar proses pendidikan berjalan dengan kualitas tinggi.

Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd Sekjen DPP AKSI Periode 2021-2025

Menurut Permendikbudristek No. 51 Tahun 2021, kepala sekolah harus punya sertifikat Guru Penggerak. Pangkat serendah-rendahnya IIIb, atau Guru Ahli Pertama bagi P3K. Mengapa harus dari guru penggerak?

Dr. Toto Suharya, S.Pd., M.Pd, Sekjen DPP AKSI mengatakan, kepala sekolah yang sudah diangkat oleh permen No. 6 tahun 2018, silahkan bekerja dengan semangat jangan terganggu. Tugas kepala sekolah sangat berat untuk abad 21 ini. Kebijakan mengapa kepala sekolah harus dari guru penggerak, kita semua harus membaca ruh perubahan zaman.

Guru penggerak adalah lambang ruh pendidikan yang harus selalu melakukan perubahan. Guru penggerak dan kepala sekolah penggerak sejati adalah kita yang selalu berusaha berinovasi di sekolah untuk menjawab tantangan zaman, dan menyelesaikan permasalahan pendidikan yang dihadapi sekarang.

Syarat jadi kepala sekolah harus memiliki pengalaman manajerial di satuan pendidikan, organisasi profesi, atau komunitas. Berusia paling tinggi 56 tahun. Kepala sekolah adalah guru-guru terbaik, punya visi, banyak ide, dan berjiwa invatif.

Pasal 4 bagi daerah yang belum memiliki calon kepala sekolah dari guru penggerak, bisa mengangkat kepala sekolah yang belum memiliki sertifikat guru penggerak. Pasal 8 Permen No. 51 mengatakan Jangka waktu penugasan kepala sekolah paling banyak 4 periode atau 16 tahun. Setiap periodenya terhitung empat tahun. 

Masa penugasan di satuan pendidikan paling singkat 2 tahun, paling lama 8 tahun. Kepala sekolah yang diberhentikan dapat ditugaskan kembali menjadi guru. Beban kerja Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud, yaitu mengembangkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik;

Mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif: membangun budaya refleksi dalam pengembangan warga satuan pendidikan dan pengelolaan program satuan pendidikan;

Meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Kepala sekolah terus melakukan pembimbingan agar proses pembelajaran tetap berlangsung.

Kepala Sekolah pada SILN yang masih melaksanakan tugas sebagai Kepala Sekolah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru, Kepala Sekolah tetap melaksanakan tugas sebagai Kepala Sekolah sampai dengan masa periodenya berakhir.

Jadi bagi kepala sekolah yang sudah diangkat lebih dahulu sebelum keluar peraturan tentang kepala sekolah dari calon guru penggerak, mereka tetap melaksanakan tugas. Para kepala sekolah yang sudah menjabat mari satukan langkah untuk memberikan layanan terbaik pada peserta didik.

Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd. Ketua Umum DPP AKSI mengatakan, kepala sekolah mari tetap semangat bekerja secara profesional. Jika kita berniat baik, Insya Allah jadi kepala sekolah yang baik. Bagi para kepala sekolah mari bergabung dengan AKSI, silahkan bisa mendafftar di website; satuaksi.id.***