SATUAKSI – Program Pelatihan China–ASEAN (Indonesia) 2026 tentang Kompetensi Pengajaran Teknologi Informasi bagi Guru merupakan program pelatihan internasional bagi tenaga pendidik yang diselenggarakan oleh Komite Penyelenggara Pekan Kerja Sama Pendidikan China–ASEAN dan diorganisasi oleh Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Program ini diselenggarakan dalam konteks semakin eratnya kemitraan strategis komprehensif antara China dan ASEAN serta berlanjutnya pembangunan berkualitas tinggi dari Belt and Road Initiative (BRI). Program ini dirancang untuk membagikan konsep-konsep baru dan arah strategis China dalam bidang teknologi informasi serta kompetensi pembelajaran digital di pendidikan vokasi.

Selain itu, program ini memanfaatkan keunggulan industri Provinsi Guizhou sebagai Zona Percontohan Nasional Big Data Terpadu, serta membangun platform pelatihan yang mengintegrasikan dunia industri dan pendidikan guna mendukung pengembangan profesional para guru dari negara-negara ASEAN.

Pelatihan berlangsung dari 26 Juli hingga 1 Agustus 2026, selama 7 hari. Program menggunakan pendekatan pembelajaran terpadu (blended learning) yang menggabungkan: Kuliah tematik, Pembelajaran langsung di lapangan, Pengalaman budaya lintas disiplin, Kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengajaran dan penelitian.

Kurikulum mencakup berbagai topik mutakhir, antara lain: Pengembangan kelas pintar (Smart Classroom), Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, Pengambilan keputusan pembelajaran berbasis big data, Pemasaran digital dan komunikasi media baru.

Program ini juga mengintegrasikan berbagai studi kasus khas dari Provinsi Guizhou, seperti:

Pertanian digital, Pariwisata budaya cerdas, Pembangunan digital proyek-proyek rekayasa berskala besar, sehingga membentuk jalur pengembangan profesional yang terdiri dari tiga tahap: pemahaman teknologi → pengalaman langsung di lapangan → transformasi pedagogi (metode pembelajaran).

Guizhou Vocational College of Economics and Business secara konsisten menjalankan strategi internasionalisasi pendidikan terbuka dan memberikan kontribusi terhadap inisiatif  “Vocational Education Going Abroad” (Pendidikan Vokasi Go Internasional).

Program pelatihan ini merupakan upaya nyata untuk memperdalam kerja sama pendidikan vokasi antara China dan Indonesia, sekaligus menjadi praktik konkret dalam membangun komunitas pendidikan digital China–ASEAN.

Melalui pembelajaran bersama, berbagi pengalaman, dan kolaborasi teknologi, program ini memberikan dukungan profesional untuk meningkatkan kompetensi guru Indonesia dalam pengajaran teknologi informasi serta berkontribusi secara aktif terhadap transformasi digital pendidikan di kawasan.

Intinya, tujuan utama program ini adalah: Meningkatkan kompetensi guru Indonesia dalam teknologi informasi dan pembelajaran digital. Memperkenalkan penerapan AI, Big Data, dan Smart Classroom dalam pendidikan. Memberikan pengalaman langsung melalui kunjungan industri dan studi kasus di Provinsi Guizhou. Memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan China dalam kerangka China–ASEAN.

Di Indonesia kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh dari Kemendikbudasmen melalui Dirjen GTK, BGTK Provinsi DKI, Banten, Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten Kota di DKI, Banten, dan Jawa Barat. Ikut serta mendukung Kedubes RI Beijing, Atase Pendidikan, dan Organisasi Profesi Guru dari dari Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI).

Toto suharya Sekjen DPP AKSI mengucapkan terimakasih tak banyak kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Pembelajaran selama enam hari di Guizhou China sangat berkesan dan memberi kesan pembelajaran mendalam pada guru-guru dan kepala sekolah yang menjadi peserta pelatihan.

Kegiatan pelatihan di Guizhou China, telah membawa kesan pendalam bagi guru-guru dan kepala sekolah di Indonesia harus belajar dan bekerja keras untuk meningkatkan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan pendidikan dan pengajaran. Para guru dan kepala sekolah optimis, Indonesia dapat menerapkan ide-ide pengelolaan pendidikan dan pengajaran memanfaatkan teknologi informasi sebagaimana China telah melakukannya dalam berbagai bidang.***

Spread the love

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *